3 Srikandi, Sebuah Film Untuk Perempuan

Kali ini saya benar-benar senang sekali mendapat kesempatan nobar bersama para blogger Surabaya. Ketika mendapat tawaran nobar dari mas Indra Setia Gunawan, Marketing Manager Alfa Midi area Surabaya. Film ini sendiri sebenarnya sudah menjadi salah satu agenda saya nonton bioskop dibulan ini. Hari Sabtu, 6 Agustus 2016 kami para blogger dan tidak lupa sikecil refa juga ke CGV Blitz – Marvel City Surabaya pukul 15.30 acara nobar dimulai.

"Yang paling penting dalam hidup bukan menaklukkan, tapi berjuang keras." Sebuah kutipan dari Pierre de Coubertin, bapak Olimpiade modern, yang membuka film 3 Srikandi.  Film drama 3 srikandi merupakan film yang bergenre drama. Film ini disutradarai oleh Imam Brotoseno dan naskahnya ditulis oleh Swastika Nohara. 3 srikandi yang berperan di film ini adalah Bunga Citra Lestari, Chelsea Islan, dan Tara Basro. Film ini mengambil lokasi syuting di Indonesia dan Jerman.
Film Drama 3 srikandi bercerita tentang perjalanan 3 Atlet perempuan dalam cabang panahan Indonesia yang berhasil mendapatkan salah satu medali pada Olimpiade di Seoul pada tahun 1988. Ketiga atlet tersebut  telah berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia di bidang Olahraga. Meskipun hanya mendapatkan medali perak, 3 Srikandi ini tetap bangga telah mempersembahkan yang terbaik untuk negara tercintanya. Dan medali itu adalah medali pertama dalam keikutsertaan Indonesia pada Olimpiade saat itu. Film 3 Srikandi 2016 berlatar belakang pada tahun 1998.
Disini diceritakan Pak Udi (Donny damara) harus berusaha susah payah untuk meyakinkan dan membujuk Donald agar melatih dan mempersiapkan para atlet, sebelum Donald bersedia menjadi pelatih panahan, dia sempat menghilang bukan tanpa alasan. Donald  yang sudah siap untuk mengikuti turnamen Olimpiade Moskow batal berangkat lantaran alasan politik. Berawal dari kekecewaan itu, Donald menghindar dari dunia yang telah membesarkan namanya.
Melewati proses seleksi yang sangat ketat, Donald akhirnya memilih tiga atlit terbaik perwakilan dari seluruh Indonesia. Adalah Kusuma (Tara Basro), Lilies (Chelsea Islan), dan Nurfitriyana (Bunga Citra Lestari). Pribadi Donald yang sangat keras, militan dan amat disiplin, mampu membentuk Yana, Lilies dan Suma mencapai puncak prestasi mereka.
Ditengah-tengah perjalanan menuju Olimpiade, baik Yana, Lilies maupun Suma harus dihadapkan pada masalah rumitnya masing-masing. Yana yang harus menyelesaikan skripsinya, lilies dengan urusan keluarganya dan Suma dengan masalah percintaanya.
Film 3 Srikandi ini benar-benar sukses membuat penonton terhanyut dalam alur cerita yang berjalan maju. Film ini mengandalkan cerita, setting serta akting para pemainnya. Melibatkan nama-nama bintang muda dan bersinar, saya pun ikut merasakan semangat perempuan Indonesia.

Para pemain difilm 3 Srikandi (atas), para Atlit panahan (bawah). foto dbs

Blogger Surabaya bersama Indra Setia Gunawan, Marketing Manager Alfa Midi area Surabaya. (foto by niar)
Diiringi soundtrack dari para musisi di era 90an seperti dari Kla Project – Tentang kita, Ratu Sejagad dan Astaga yang dilantunkan oleh Ruth Sahanaya menambah manis film ini.
Hanya saja, saat saya melihat pada awal-awal Reza Rahadian tampil sebagai Donald masih tampak seperti karakter Habibie yang pernah diperankannya. Namun, setelah itu Reza sukses menghiptnotis penonton menjadi sosok keras kepala khas Donald Pandiangan.
Saya sendiri sebagai penonton lebih condong melihat akting Chelsea Islan sebagai lilies yang menurut saya cukup mencuri perhatian. Dia mampu menghidupkan sosok lilies tanpa kesan dilebih-lebihkan, bahkan dengan lelucon-lelucon khas Suroboyoan, dia berhasil mengocok perut para penonton saat itu. Dua Jempol pokoknya buat Chelsea…:]
Maju terus Perfilman Indonesia…
#3srikandimovie
#filmindonesia
#Perempuanindonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*