Berkunjung ke Pintu Perdagangan Terminal Teluk Lamong

Haaaii…haiii Blogger… are you ready goes to Terminal Teluk Lamong???

Wuuahhh ketika ada event ‘Blogger Goes to Terminal Teluk Lamong’  tentu saja saya sangat excited sekali…dari dulu saya memang penasaran dengan kondisi kerja di sebuah pelabuhan peti kemas…saya juga penasaran dengan cara kerja operatornya, bagaimana mereka mengangkat peti kemas yang segede gaban itu….saya penasaran bagaimana suasana kerja pintu perdagangan dunia ini….heduhhh…saya ini memang banyak penasarannya yaaaa.

foto by Heni Prasetyo

Bike to Work                   

Kegiatan Blogger Goes to Terminal Teluk Lamong ini diawali dengan kegiatan Bike to work, dimana kegiatan ini memang rutin dilakukan setiap hari Rabu di lingkungan Pelindo III. TTL sebagai salah satu anak perusahaan Pelindo III, mengemas kegiatan tersebut sebagai ajang untuk menjalin kebersamaan antara pejabat struktural dan pegawai TTL.

 

Bu Dothy (DIRUT TTL) dan Pak Eko Hariyadi (DIR SDM, Keuangan dan Umum TTL).

 

Selain menikmati healt and fun bike to work, blogger juga diajak berkeliling ke setiap sudut kantor TTL. Di kantor TTL ini rasanya saya tak henti-hentinya dibikin terkagum-kagum…ternyata kantor TTL ini super keren…disetiap dinding ada berbagai quote untuk penyemangat karyawan TTL, selain itu untuk melepas sedikit kepenatan saat bekerja ada permainan yang bisa bikin fresh bagi karyawannya…enakkeee rekk, dan sebagai ibu-ibu saya dibikin mlongo saat di ruang kerja juga ada mini pantry…hihih…kalo saya mungkin udah makan terus yaa…hahahahaha.

Exercise ISPS CODE 2017

Dihari pertama ada kegiatan yang bikin hati super jantungan…karena akan ada kegiatan Exercise Maritime Organization (IMO) and Port Security (Code) kegiatan ini adalah simulasi untuk menanggulangi  ancaman keamanan di laut. Tentu saja ini merupakan latihan bersama yang menyatukan beberapa pihak seperti Kepala Kantor Syahbandar Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Kepolisian Sektor Tanjung Perak, 9 Direktur Fasilitas Pelabuhan wilayahTanjung Perak dan unit K3 di wilayah Tanjung Perak.

Simulasi dalam Exercise ISPS Code 2017.
Simulasi dalam Exercise ISPS Code 2017.

 

Kegiatan ini juga sebagai perwujudan pelayanan dari garansi mutu dan lingkungan di TTL sebagai penyandang pelabuhan berlisensi ISPS Code, yang telah mendapatkan beberapa sertifikasi mutu yaitu ISO 9001,OHSAS 18001, dan ISO 14001.

Terminal Teluk Lamong ini adalah anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) yang dibangun sebagai pengembangan dari Pelabuhan Tanjung Perak. Terminal Teluk Lamong berperan dalam memecahkan kepadatan dan mempercepat proses penyebaran arus barang untuk tujuan kawasan Timur Indonesia yang mengusung konsep ramah lingkungan dan semi otomatis.

Wwaaahhh…kalo denger ramah lingkungan gitu aku paling sukaaakkk…sukkaakkk sekali…secara semakin kesini bumi kita ini semakin tuaakkk…kalo tidak dicegah dan dirawat dengan dukungan pelaku industri akan sangat sulit sekali.

Bahkan TTL ini mengusung konsep Green Port dengan cara mengurangi emisi gas karbon dan peralatan berbahan fosil. Wuuahh…tak heran rasanya bila mata ini begitu dibuat hijau dan segar saat memasuki kawasan TTL ini. Karena saat memasuki area Terminal Teluk Lamong mata saya benar-benar terbelalak…bagaimana tidak, di TTL ini ternyata asri sekali, banyak tanaman bakau yang berdiri kokoh dan yang bikin mata saya tidak bisa berkedip adalah burung camar-burung camar yang cantik itu hinggap dan berterbangan disekitar TTL ini…duh Gusti ini indah sekali…

Bahkan di TTL sendiri semua operasional menggunakan energi yang ramah lingkungan, diantaranya :

  1. Truk berbahan bakar CNG ( Compressed Natrium Gas )
  2. Automated Stacking Crane (ASC) : Alat penumpukan atau Crane di CY (Container Yard) bertenaga listrik dan semi – otomatis. ASC memiliki kecepatan 2,7 x lebih cepat dari Rubber Tyred Gantry (RTG) di terminal konvensional. Pada pergerakan di CY, ASC bergerak dan melakukan lift ondan lift off secara sistem. Tanpa dioperasikan oleh manusia. Sedangkanpada area receiving & delivery,  ASC digerakkan oleh operator yang berada di atas tower menggunakan komputer dan stick penggerak berdasarkan layar monitor. Kecepatan dan ketepatan pelayanan dapat dilakukan karena ASC dapat melakukan perpindahan petikemas secara otomatis melalui sistem.
  3. Ship to Shore(STS) : TTL memiliki 10 STS di dermaga untuk melayani kapal domestik dan internasional. Kemampuan angkat STS adalah 35box / jam, dan berkemampuan twin lift  (mampu mengangkat 2×20 feetsekaligus ). STS TTL bertenaga listrik sehingga mendukung TTL untuk melakukan kegiatan ramah lingkungan.
  4. Combined Terminal Tractor(CTT) dan Docking System : CTT merupakan truk otomasi yang digunakan untuk mengangkut petikemas dari dan ke kapal. CTT memiliki sensor yang dapat menangkap sinyal secara cepat tanpa pengemudi. Chasis truk CTT bersifat hidrolis sehingga mudah untuk meletakkan petikemas di docking systemDocking system merupakan fasilitas baru dipelabuhan dan TTL adalah satu – satunya terminal di dunia yang memiliki alat tersebut. Fasilitas docking mempermudah dan mempercepat peletakan petikemas ke lapangan penumpukan.
  5. Grab Ship Unloader (GSU) : TTL memiliki 2 unit GSU yang digunakan untuk melakukan bongkar curah kering. Pada pelayanan curah kering, TTL sebagai terminal ramah lingkungan hanya melayani komoditifood dan feed grain. GSU berkapasitas 2000 ton/ jam dan menggunakan tenaga listrik.
  6. Conveyor: Conveyor mempermudah kecepatan dan ketepatan pelayanan curah kering TTL. Conveyor akan membawa dan melakukan penumpukan curah kering secara otomatis dari kapal ke gudang. Setelah melalui conveyor, muatan yang dibongkar akan langsung menuju cylo atau gudang penyimpanan. Kapasitas gudang penyimpanan di lahan curah kering Terminal Teluk Lamong yaitu 120.000 ton, sedangkan cylo berkapasitas 80.000 ton sehingga kapasitas gudang penumpukan adalah 200.000 ton. Komoditi pangan yang dapat disimpan di cylo berupa butiran seperti kedelai, jagung, beras, dll. Gudang penumpukan digunakan untuk menyimpan komoditi berupa serbuk seperti soya bean meal (SBM), raw sugar, dll.
  7. PLTMG : Pada tahun 2016, TTL mendirikan anak perusahaan pertama bernama PT Lamong Energi Indonesia (LEI) bergerak dibidang Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG). PT LEI dibangun untuk memenuhi pasokan listrik TTL, saat ini TTL memiliki 2 mesin PLTMG dengan kapasitas masing-masing 3,3 MW dan akan diperbesar seiring dengan perkembangan bisnis TTL.

Dan diusianya yang keempat ini, TTL telah mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain:

Semakinn wowwwww kan melihat prestasi TTL ini…

Selanjutnya kami diajak berkeliling ke ruang kontrol kendali untuk belajar cara kerja operator dalam mengendalikan TTL ini dari ruang kendali kontrol….dan ternyataa serruuu…saya ngebayanginnya kayak main game looo…hahahaha…tapi ini jelas beneran mas browww.

Dan yang paling kece di ruang ini menurut saya mbak Linda…beliau cewek satu-satunya yang menjadi operator di ruang kendali…saluuttt aku sama kammoohh mbakkkk…

Setelah selesai dengan ruang kendali kontrol, untuk bisa lebih tahu bagaimana kondisi lapangan kami diajak mas Reka (eehh…tak panggil mass aja yaa…soalnya masih muda dan gaool…hihi) melihat kondisi lapangan TTL.

Dan disini saya tertantang untuk naik ke ruang operator yang tingginya mencapai 35 meter.

Dalam hati sihh sebenarnya kederr yaa…la gimana enggak…saya ini emak-emak…masih nekat juga mau naik ke ruang operator crane yang super duper tinggi ituuu…nyebutt…nyebuttt…ahahah.

Aahhh…tapi kapan lagi..aku bisa masuk ke ruang operator crane kalau tidak sekarang. Bisa jadi kesempatanku cuma sekali ini saja….iya takiya tak.

Daaannn..masuklah aku ke lift yang isinya hanya muat maksimal 4 orang itu…ahahha…dadaku udah nyesek aja…kami berempat itu rasanya besar-besar dan gembul-gembul….tapi masuk di ruang sesempit itu…xixixixi.

Foto ini diambil dari ruang operator dengan ketinggian 35 meter.

Taarrrraaa…finally aku nyampeeeekkk di ketinggian 35 meter dan masuk di ruang operator yang ternyata saat proses pengoperasian itu GONCANGAN di dalam ruang itu lumayan bikin dag dig dug ser….dan aku harus pegangan super erat…serasa kayak naik komidi putar rasanya…hhaah. Tapi setelah sekian menit…asyik juga sihh…hihi nagih jugaaaakkk.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*