Indonesia Merdeka Diare Bersama Nutricia

Dr. Andy Darma, SpA(K) - medical expert, Husna Ika Putri Sari - public figure mom, dan Nabhila Chairunnisa - Manager Digestive Care Nutricia Sarihusada dalam kampanye edukasi "Indonesia Merdeka Diare".

 

Masih ingat saat kakak Refa masih berusia 5 tahun, pernah mengalami diare yang bikin panik seluruh rumah. Si kakak diarenya tak ada jedah sama sekali…dan terus menerus, sampai akhirnya dia lemessss bangett…duhhh..kalo ingat kejadian itu rasanya perut ini jadi ikut mulessss.

Sampai akhirnya kita putuskan untuk membawa dia ke RSI Jemursari. Dan disana dia harus menjalani rawat inap. Setelah kejadian itu, saya jadi lebih berhati-hati sekali dengan makanan yang bisa memicu dia terserang diare.

Tentu saja kejadian sepeti yang kakak Refa alami ini sering sekali terjadi pada anak lain. Apalagi, di negara berkembang seperti Indonesia ini, tidak semua orang mempunyai kesadaran akan bahaya diare ini.

Dr. Andy Darma, SpA(K), sedang memberikan penjelasan tentang penanganan diare pada anak dalam kampanye “Indonesia Merdeka Diare”

 

Untuk itulah Sarihusada saat ini gencar melakukan kampanye ‘Indonesia Merdeka Diare’ sebagai langkah nyata perusahaan terhadap nutrisi untuk bangsa agar anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju.

Ehhh…tunggu dulu…ada gak yaa yang gak tau DIARE itu apa? Bagi yang belum tau nii yaaa…diare adalah kondisi dimana penderita mengalami BAB lebih dari dua atau tiga kali dalam 24 jam dengan kondisi feses yang lembek atau cair.

Sedangkan penyebab diare adalah infeksi pada usus yang disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit. Namun, penyebab terbanyak diare pada anak adalah Rotavirus, dan penelitian menemukan bahwa sebagian (30%) anak Indonesia yang mengalami diare karena rotavirus juga mengalami intoleran laktosa.

Daaaannn yang mengejutkan adalah Penelitian di negara lain bahkan mendapatkan angka kejadian intoleransi laktosa yang lebih tinggi, yakni sekitar 67% pada diare karena Rotavirus dan 49% pada diare non-Rotavirus.

Duhhh…sebagai ibu yang anaknya pernah terserang diare jadi tambah mules bacanya…:(

Kok bisa sih pada saat diare juga mengalami intoleran laktosa?

Jadi begini…pada saat diare terutama oleh Rotavirus, terjadi kerusakan jonjot usus, sehingga produksi beberapa enzim di jonjot usus yang berguna untuk proses pencernaan nutrisi, di antaranya enzim laktase, akan berkurang. Enzim laktase berguna untuk mencerna gula alami (laktosa) yang terdapat pada susu. Laktosa yang tidak tercerna akhirnya tidak dapat diserap sehingga menyebabkan diare semakin berat, kembung, dan tinja yang berbau asam.  Kondisi ini disebut sebagai intoleransi laktosa.

Saat diare kita harus memperhatikan agar anak tidak mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi. Truuuusss…apa donk yang bisa kita lakukan saat anak diare bun??….

 

Jadi, ini beberapa langkah yang harus bunda lakukan untuk mengatasi diare pada anak yaitu :

 

Apabila anak tidak mau makan dan minum, orangtua perlu mengusahakan asupan bernutrisi yang mudah diterima oleh anak.  ASI dan cairan rehidrasi oral (oralitadalah yang utama selain tambahan zinc. Selain itu,asupan nutrisi yang baik dapat mempercepat pemulihan fungsi usus normal, termasuk kemampuan untuk mencerna dan menyerap makanan yang masuk, serta memberikan energi untuk mempercepat proses pemulihan”-dr. Andy Darma, SpA(K).

Daaann ternyataa…selama ini ada yang tidak saya tahu, yaitu resiko diare ini ternyata sangat mengkhawatirkan sekali yaitu :

 

Duhh…tambah muless yaaa…hiihhi. Tapi tenang bunda untung ada Sarihusada yang mengingatkan kita semua tentang bahaya diare ini. Ternyata diare ini tidak bisa kita anggap remeh temeh begitu saja ya.

“Nutricia Sarihusada melalui kampanye “Indonesia Merdeka Diare” adalah langkah nyata komitmen perusahaan terhadap nutrisi untuk bangsa agar  anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju. Kami berharap melalui kampanye edukasi ini akan membuat banyak ibu yang semakin mengerti penanganan tepat diare pada anak. Kami berharap, informasi penting yang dapat ibu jadikan sebagai pedoman atasi diare pada anak dapat dijadikan pengingat bagi ibu saat anak mengalami diare. Dengan pengetahuan yang memadai, ibu dapat memberikan penanganan yang tepat saat anak menderita diare untuk tetap menjaga tumbuh kembang yang optimal agar anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju yang merdeka dari diare”-Nabhila Chairunissa, Digestive Care Manager – NutriciaSari Husada.

Nabhila Chairunnisa – Manager Digestive Care Nutricia Sarihusada memberikan penjelasan pentingnya penanganan diare pada anak dalam kampanye edukasi “Indonesia Merdeka Diare”

 

Jadi bunda…jangan pernah menyepelekan lagi penyakit diare ini yaaaaa….yang ternyata akibatnya sangat ngeri dan bikin mules orang tua kayak saya. Jaga setiap makanan yang putra-putri kita konsumsi serta jaga kebersihan lingkungan kita. Dan bila tanda-tanda diare memang sudah terlihat, segera lakukan penanganan agar tidak semakin parah. Jika langkah awal sudah kita lakukan tetapi di diare masih bandel, segeralah lakukan tindakan medis untuk mendapatkan penanganan ahlinya.

Kepekaan kita sebagai orang tua terhadap keadaan anak saat diare sangat penting, karena saat diare, berat badan anak akan berkurang. Oleh karena itu diperlukan asupan nutrisi yang baik saat dan setelah diare, sehingga anak dapat mengejar pertumbuhan fisiknya.

Dengan kampanye ini diharapkan pengetahuan orang tua tentang diare semakin memadai, sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat saat anak menderita diare untuk tetap menjaga tumbuh kembang yang optimal agar anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju yang merdeka dari diare.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15 Comments

  1. Kalau anakku mendadak diare, aku langsung instrospeksi, udah makan apa aja dia sebelum diare, keliatan sepele tapi klo dibiarin bisa dehidrasi
    Bener banget asupan cairan harus bener2 dijaga saat diare

  2. Salam kenal mbak Frida, theme web kita samaan kayaknya.. 😛

    Saya pernah banget pengalaman diare, gantian tapinya. Haha..

    Untung gak bebarengan, repot jadinya. Tapi ngeri juga ya ada pengaruh ke IQ juga. Jangna lagi-lagi deh.. 🙁

    Regards, Raafi

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*