Cantiknya Pantai Sembilan Gili Genting, Hawainya Sumenep

Perjalanan malam hari menuju pulau garam saat itu semakin menyenangkan saat saya harus sekali lagi melewati jembatan Suramadu yang terkenal itu. Jembatan ini memang sangat indah bila dinikmati saat malam hari, kilau lampu-lampu dimalam hari menambah keindahan suasana laut yang tenang.

Pukul 24.00 saya tiba di kota Sumenep dan malam itu saya dan teman-teman memutuskan untuk menginap disalah satu hotel disana. Hotel Suramadu menjadi pilihan saya, karena saat perjalanan ke Gili Labak dulu saya juga menginap disini dan lumayan nyaman untuk sekelas hotel bintang satu, tarif hotel Sumenep Rp.200.000 semalam, itu sudah termasuk breakfeast dan bisa booking kamar via telfon sebelumnya dan pembayaran bisa langsung transfer. Jadi begitu saya sampai hotel bisa langsung istirahat tak perlu ribet lagi, Hotel Suramadu ini recommended lah buat traveller yang gak pengen ribet tapi kantong tetap aman.

Setelah selesai dengan urusan perut alias breakfeast, kami melanjutkan perjalanan menuju Tujuan utama yaitu ke Pantai Gili Genting. Perjalanan dari Hotel Suramadu ke Pelabuhan Saronggi ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit. Disini tak perlu repot bagi yang membawa mobil sendiri. Karena banyak sekali rumah-rumah warga yang menyediakan parkir bagi pengunjung.

Perahu layar bermotor siap mengantar ke Pulau sembilan.
Suasana di perahu layar bermotor.

 

Pantai Gili Genting sendiri terletak di Desa Bringsang Kecamatan Kepulauan Gili Genting Kabupaten Sumenep. Agar bisa sampai ke Pulau yang terkenal Hawainya Sumenep itu, harus menyeberang dari pelabuhan Saronggi dengan menggunakan perahu layar bermotor dan bisa ditempuh dengan waktu sekitar 40 menit. Biaya menyeberang dikenakan tarif Rp.10.000,- per orang dan untuk anak kecil seperti kakak Refa tidak dikenakan biaya sama sekali. Perahu yang menuju Gili Genting ini selalu ada setiap harinya dari pagi sampai sore. Dan saat diatas perahu motor ini kita bisa menikmati keindahan laut disekitarnya. Gradasi warna biru dari atas langit sampai birunya laut sangat indah sekali. Saya hanya bisa kagum dengan lukisan Tuhan ini.

 

Sampai di Pantai Gili Genting saya kembali dibuat decak kagum, bagaimana tidak putihnya pasir dan birunya laut sungguh mencuri perhatian saya, oh ya tiket masuk hanya dikenakan tarif Rp.5000,- saja. Pantai ini sangat bersih, terlihat sekali penduduk disini sangat merawat apa yang diamanahkan Tuhan untuk mereka. Keindahan Pantai Gili Genting ini juga tidak bisa lepas dari sosok yang ikut membesarkan Pantai Gili Genting ini, beliau adalah Kades Bringsang, Sutlan, SE. Ada yang menarik saat saya ngobrol santai dengan beliau, beliau itu kalau ada tamu tidak jarang mengambil foto pengunjung dan di shere di account IG nya yaitu @Kades_Bringsang. Pak Kadesnya keren dan gaul yaa…emang harus gitu juga sih untuk bisa mengikuti jaman, kita yang harus beradaptasi dengan keadaan. Salut deh pak…:)

Kades Bringsang, Sutlan (baju biru) bersama warga sekitar.

 

Di pantai Gili genting ini, sangat tertata rapi sekali. Gazebonya juga sangat besar bisa menampung banyak orang yang ingin bersantai diatas air laut. Ada juga ayunan untuk anak kecil yang dibawahnya ada air laut dan tidak terlalu dalam, kakak refa suka sekali main disini (tapi tetap dalam pengawasan yaaa). Banyak sekali spot-spot yang instragamable. Pulau ini juga terkenal dengan Pulau Sembilan karena bila dilihat dari atas akan terlihat jelas sekali pantai ini membentuk angka sembilan.

 

Cottage disediakan bagi traveller yang ingin bermalam ditepi pantai sembilan.

 

Oh yaa…ada yang menarik lagi disini. Bagi pengunjung yang ingin bermalam disini, ada juga cottage yang cantik sekali. Semalam tarifnya Rp.300.000,- didalamnya sudah tersedia tempat tidur, TV, dan lemari untuk menyimpan pakaian. Jadi kalau malam-malam ingin mengadakan api unggun bareng teman-teman, saya rasa tempat ini bisa menjadi rujukan untuk bermalam yang nyaman ditepi pantai. Untuk makanan tak perlu kuatir karena banyak sekali penjual disini dari minuman hangat, dingin, masakan atau sekedar mie rebus semua tersedia. Untuk kamar mandi saya rasa lumayan bersih dan air yang tersedia bukan air laut tapi air sumur.

Dan yang paling ditunggu-tunggu adalah saya mencoba menjajal permainan banana boat yang sudah ada disini. Tarif untuk permainan banana boat ini adalah Rp.200.000, ini bisa diisi maksimal 7 orang. Saya termasuk nekat main banana boat ini karena saya tidak terlalu lancar berenang bagaimana kalau nanti jatuh ditengah laut..huhuhu…sebenarnya keder duluan sih…tapi ya sudahlah NOW or NEVER!!!…Dan benar saja ditengah permainan si bapaknya dengan sengaja menjatuhkan kami ditengah laut, dan saya jatuh tepat dibawahnya banana boat yang terbalik. Haduhhh…kelimpungan juga dan panik saat itu…hahha. Tapi itu memang salah satu trik dari si bapak agar permainan banan boat semakin seru. Tapi ya tetep aja saya gemeter lo pakkk…

 

 

Kakak refa ikut si bapak narik banana boat..lihat wajahnya gak ada capek-capeknya sama sekali…Alhamdulillah.

 

ini setelah adegan ‘numplek’ dari banana boat..:)

 

Sebenarnya saya dan teman-teman ingin berlama-lama juga disini karena keindahan pantai ini memang bikin jatuh cinta. Tapi kami harus bergegas pulang karena waktu yang tidak terlalu banyak untuk kami berlama-lama disini. Dari pantai ke pelabuhan Bringsang saya dan kakak Refa naik ojek dan hanya dikenakan tarif Rp.5000,- per orang, lumayanlah gak capek jadinya.

Kalau ditanya mau gak kesini lagi? Mauuuuuu….hiii…tempatnya keren. Ayok teman-teman…main ke Pantai Sembilan, Gili Genting, tempatnya indah sekali.

 

36 Comments

  1. Aku coba baca2 lagi takut miss, ini di lombok atau perbatasan suramadu sih mbak, soalnya ada hotel suramadu.

    View langitnya bagus cuma kayaknya terik juga.. sunblock penting tuh nbak

    • ini di sumenep mas…nama hotelnya saja yang hotel suramadu…bukan di lombok masss, mudah2an bis ake lombok lain kali..hiii…makasih y mas deddy huang…:)

  2. Mbak, perjalanan malam ke sana naik apa ? Bawa mobil sendiri kah ? Ada gak ya transportasi umum mencapai ke sini ?
    Beneran, pantainya cakep mbak. Meskipun berada di ujung pulau Madura.

    • saya naik mobil mbak ivon…kalau transportasi umum kalau gak salah naik bis dari purabaya ada mbak…naa ke pelabuhan mungkin bisa nyari ojek kali mbak karena lokasinya masih masuk…kalau mau kesana lain kali bisa lo rame2 menghubungi pak kadesnya difasilitasi perahu layar motornya untuk nyebrang ke pulau gili gentingnya, di pantai bisa nginep di cottagenya.

  3. Seruuu yaa :D. Tp utk banana boat, aku agak trauma main itu mba.. Dulu prnh main di tanjung benoa bali, dan boat kita dikebalikin tiba2 juga.. Aku yg ga siap, jatuh dengan muka menghantam air. Bibirku lgs berdarah dan bengkak . Mana g bisa berenang.. Sejak itu kapok mainnya 😀

    • Hhhaahaaa…berarti sama donk naik banana boatnya nekat…hhh…waduh sampek berdarah gtu mbak. Saya aja jg bingung waktu dibawah boatnya…kaki berusaha napak..ee lupa kalo dilaut…hhhh..

  4. cantik banget pantainya.. dan cottagenya nyaman sekali.. deket banget sama pantai ya mba.. asri banget jadi pengen kesana niii.. btw thanks yaa mba informasinya

  5. Wah keren pantainya, benar-benar putih pasirnya. Mungkin ini salah satu pantai yang banyak masuk di Instragram. Ada ayunan di tengah pantai di atas air. Kalau ada matahari tenggalam atau sunset mungkin lebih mantap.

  6. Senangnya kalau melihat satu destinasi wisata benar-benar dikelola dengan sangat baik oleh penduduk lokalnya. Semoga pantai ini selalu cantik dan bersih kayak di foto-fotomu ya Mba Frida 😀

    • amin…amin…amin…kita yang berkunjung juga ikut bertanggung jawab mba winnie…minimal kalodtg gak buang sampah di laut aja…heee..makasih y mbak udah mampir…salam kenal mb winnie

  7. Langitnya biru banget.

    Saya baru satu kali ke Madura. Namun sayangnya tidak sampai Sumenep.
    Baru Sampang, Bangkalan dan Pamekasan saja. Itupun sudah lama, tahun 1991 yang lalu. Belum ada Suramadu dan Belum sampai Sumenep apalagi pantai ini

    Ingin juga nih jalan-jalan ke sana

    Salam saya

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*