Gili Ketapang Wisata Snorkling Finding Nemo

“Sudah siap semuakan kak?” tanyaku seperti biasa..mengingatkan si kakak, apakah ada barang bawaanya yang tertinggal.

Seperti biasa jika pergi travelling ke suatu tempat, kami harus berangkat sabtu malam setelah Ayah pulang kerja. Karena memang hanya hari minggu waktu luang Ayah untuk keluarga. Aku dan Refa menunggu Ayah menjemput kami berdua di depan Maspion Giant, Surabaya.

Memasuki mobil panther putih tahun 80-an itu, ternyata didalam sudah ada 3 teman Ayah. Mbak Tika, Mbak Dinda dan Koh Albert, sudah beberapa kali kami melakukan travelling rame-rame seperti ini…dan memang lebih seru.

Kali ini tujuan ‘dolan’ kami adalah ke Gili Ketapang, Probolinggo. Selama perjalanan malam hari, tak henti-hentinya gelak tawa meramaikan perjalanan kami. Apalagi koh Albert yang memang gokil habis orangnya.

Perjalanan malam hari itu kami tempuh kurang lebih 4 jam dari Surabaya. Dan seperti biasa, malam harinya kita memutuskan menginap dulu di salah satu home stay di Probolinggo. Home stay ini vintage sekali suasananya, saat kami datang ada pertunjukkan musik kroncong sedang berlangsung. Saya langsung teringat nenek saya, semasa hidupnya dulu beliau penyuka musik kroncong nomer wahid. Sayang, saya tak sempat menikmati alunan musik kroncong lebih lama lagi malam itu.

Pagi-pagi sekali kami bergegas menuju Pelabuhan Tanjung Tembaga, karena kita sudah ditunggu oleh guide kami. Oh ya…untuk bisa menikmati wisata lengkap ini cukup mengeluarkan kocek  sebesar Rp.85.000,- itu sudah termasuk guide, makan siang, alat snorkling, dan tentu saja transportasi perahu pulang pergi…murahkan, tapi perjalanan kita nyaman tidak usah mikir lagi printilan-printilan kecil untuk bisa ke tempat tujuan. Sampai di pelabuhan, ternyata disana sudah sangat padat sekali orang antri menunggu kapal yang akan membawa kami ke tempat tujuan. Sekitar 30 menit perjalanan dari pelabuhan Tanjung Tembaga menuju Gili Ketapang. Ketika kapal mulai jalan selalu saja saya yang mabok laut…duhhh…kenapa saya jadi gampang mabok yaaa kalo naik kapal, padahal kakak Refa kuattt sekali, saya kalah sama anak saya kalo soal beginian…hihhi.

Secara administratif Gili Ketapang ini masih termasuk dalam kawasan Probolinggo, tepatnya di desa Ketapang, kecamatan Sumberasih, kabupaten Probolingo, Jawa Timur.

Dan tibalah kami di bibir pantai Ketapang. Wowww….Pasirnya putih bersih tak banyak sampah disana sehingga kesan alamipun sangat terasa. Si kakak gak sabarrrr pengen main air…”sabar kakkk…biar perahu ini menepi dulu…nanti kamu bisa bermain sepuas-puasnya disini” kataku pada si Kakak yang memang terlihat matanya begitu senang melihat jernihnya air disana.

Setelah turun dari perahu, kami bergegas mencari salah satu gazebo yang disediakan bagi pengunjung disana. Lumayan rame…karena memang barengan dengan hari libur sekolah. Di sebelah kanan gazebo terlihat tenda-tenda berwarna-warni, rupanya disini juga disediakan persewaan tenda bagi yang ingin menikmati malam di Gili Ketapang ini.

Suasana air lautnya begitu tenang sekali, langitpun cerah seolah mendukung kami untuk bisa menikmati keindahan Tuhan ini.

 

Guide kami pun memastikan bahwa peralatan snorkling kami sudah siap dan aman semua, karena memang kegiatan ini termasuk beresiko bila tidak disiapkan dengan matang. Perahupun membawa kami ke tengah laut,  area itu adalah titik kegiatan snorkling dilakukan.

Ini memang pertama kali saya melakukan snorkling. Kesan pertama memang selalu deg-degan….hiihihi..terus terang saya takut, tidak pernah berenang dengan kedalaman air yang dalam seperti itu. Perlu beberapa waktu untuk memastikan pada diri saya bahwa siap dan berani turun ke laut…duhh…kenapa saya jadi cemen gini yaaa…hhahaha.

Daaannn…akhirnya saya putuskan untuk turun juga…xiixxi…tentu dengan bantuan dari pak suami. Pelan-pelan akhirnya saya bisa melepaskan ketakutan saya dan bisa menikmati berenang ditengah laut yang hijau itu….yeeeayyy…(padahal berenangnya juga pake pelampung loo…hahahah).

Target utama datang ke Gili Ketapang adalah bisa menikmati Finding Nemo didasar laut. Daaann ternyata untuk menikmatinya tidak mudahhhh saudara-saudara…hahhaha. Kami harus ditenggelamkan dengan mendorong kepala kami sampai ke bawah laut karena didalam sana sudah ada juru foto yang siap mengabadikan kita dengan ikan-ikan Nemo yang cantik-cantik.

Takut? Bangetttt…hahahaha…bukan hanya takut saya keder. Terus terang saya ini pemikir berat, jika mau melakukan sesuatu dan belum bisa membayangkan cara melakukannya, maka saya tidak akan langsung melakukan hal itu termasuk kegiatan ditenggelamkan sambil didorong kepalanya kedasar laut itu….ahahahha.

Apakah saya akhirnya mengikuti antrian panjang kegiatan menenggelamkan diri ke dasar laut itu? TIDAK….hahahaha…pak suami saja yang melakukannya. Aahhh…apa kamu ini Frida…kamu datang kesini itu untuk mellihat Nemo-nemo cantik itu, kenapa nyalimu kecil sekali? Iya sihhh…ternyata setelah menjadi ibu saya tak senekat waktu muda dulu yang bisa melakukan banyak hal gila yang bikin orang tua saya terheran-heran….xixixixi.

Si kakak sudah mulai rewel diatas kapal karena lama menunggu kami yang melakukan snorkling. Akhirnya  pak suami mengajak kakak Refa turun ke laut dan mengajarinya berenang dilaut, toh masih memakai rompi pelampung jadi masih aman.

Anak ini memang gak ada takutnya…dia malah senyam-senyum gak mau naik perahu lagi. Ini kalo udah besar gimana yaaa…bisa-bisa jadi anak pantai dia, yang pentign sehat terus ya nak…liat kamu senyum dan bisa bebas berenang di tengah laut itu sudah bikin bunda senang.

Selepas menikmati berenang di tengah laut, kamipun kembali ke pantai. Tiba disana perut kami ternyata sudah bunyi kemrucuk kemriyek…xixixi. Tanda-tanda kelaparanpun melanda.

Disini sudah disediakan ikan bakar dan sambal terasi super pedas….duhh nikmat sekali rasanya sambal ini. Padahal ikannya tidak diberi bumbu sama sekali, tapi karena ikan yang dibakar ini benar-benar fresh baru diambil dari laut jadi bau amis apapun tidak ada. Sayang saya tidak sempat mengambil foto ikan bakarnya…karena keburu ludes karena kelaparan sampe lupa foto…hhahahah.

Ingat teman…bila main kesini saya hanya ingin berpesan utamakan keselamatan, jika guide kita memerintahkan harus pakai pelampung, maka pakailah pelampung itu dengan benar pastikan semua terkunci dengan aman. Alat snorkling juga, pastikan bisa berfungsi dengan baik, karena beberapa alat yang disediakan ada yang tidak berfungsi dengan baik kalo bisa sih membawa alat snorkling sendiri yaa karena pasti terjamin kondisi baik dan tentu saja tidak gantian dengan orang lain…heee. Satu lagi…jangan pernah meremehkan tenangnya air laut…seperti bang Napi bilang…waspadahal..waspadalah…hahaha

Saatnya kami harus pulang…karena hari sudah semakin sore. Lelah seharian bermain air terbayar sudah dengan keindahan Pantai ini. Suatu saat saya ingin kembali kesini…dan mencoba masuk kedasar laut…hahaah.

 

 

 

11 Comments

  1. Whuaa snorkelingnya sampe ke dasar laut? Ngeri2 sedap neh Mbak secara aku ga bisa renang he3
    Emang bener, air laut itu jangan dianggap remeh. Kemarin aja aku snorkeling di Lombok, padahal udah dipilih di laut yang dangkal ternyata cukup menantang juga karena ombaknya agak besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*