Hujan di Bulan Juni

Saya sangat mengidolakan kakek satu ini sudah dari dulu, dikenalkan oleh seorang teman siapa sebenarnya sosok Sapardi Djoko Damono kala itu, pertama mendengar nama beliau saya sendiri hanya cuek saja…ahhh..siapa sih…paling puisi ya gitu gitu aja…susah dimengerti oleh kita yang awam begini.
Keesokan harinya saya ingat teman saya membawakan buku, dan ternyata itu adalah kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono. ihihi…agak maksa juga ni orang….:P.
Tapi setelah kubaca Puisi kakek Sapardi ini…wow…saya yang awam tentang puisi…tersentuh membacanya, ternyata kalimatnya begitu sederhana dan mengena. Dan ada salah satu karya beliau dari banyak karyanya yang sampai sekarang masih melekat, "HUJAN DI BULAN JUNI".
"Hujan di bulan Juni"
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
hmm…mengingat dan membaca lagi puisi ini, saya benar-benar mesti berguru pada hujan, bahwa masih ada yang harus lebih dulu untuk dicintai Yaitu Sang Pemberi Cinta dan Maha Cinta yaitu Dia Allah Illahi Rabbi :’)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*