#MemesonaItu Ketika Mampu Bangkit dari Keterpurukan

Bangkit adalah kata yang tidak mungkin saya lakukan waktu itu, saat saya diberi titipan oleh-Nya dengan seorang putri yang butuh perhatian khusus, lalu meninggalnya anak kedua waktu kehamilan yang menginjak usia 7 bulan. Betul-betul membuat saya putus asa. Saya memutuskan keluar dari pekerjaan, berbagai tawaran pekerjaan datang dari teman, saya tolak mentah-mentah, bukan karena saya mampu lalu sombong untuk menolaknya, tapi hati ini seperti sudah tidak ada semangat lagi untuk bekerja ataupun melakukan aktifitas.

Kehilangan anak kedua sungguh membuat saya sangat terpukul, ada banyak harapan disana. Ditambah lagi karena saya mempunyai riwayat darah tinggi dokter menyarankan kepada saya untuk tidak hamil lagi. Hal ini menambah hancur hati saya. Seperti tak ada semangat pada hidup ini. Saya benar-benar malas melakukan berbagai aktifitas didalam maupun diluar rumah.

Hingga suatu saat, saya dihadapkan lagi dengan masalah yang menghantam keras keluarga kecil saya. Saya begitu bingung, yang bisa saya lakukan saat itu adalah berusaha tegar walaupun sebenarnya saya rapuh. Kurang lebih selama 4-5 bulan saya menghadapi goncangan yang sangat keras dalam hidup saya. Apalagi saya ini typical orang yang sangat tertutup sehingga saya tidak terlalu banyak teman untuk saya ajak berbagi, setiap ingin berbagi dengan orang lain, saya tidak pernah bisa percaya dengan orang itu.

Hingga suatu saat, saya ingat dengan salah satu sahabat waktu ditempat kerja dulu. Dan saya memutuskan untuk berani bercerita padanya. Setiap saya bercerita padanya satu beban hilang, begitu seterusnya dengan sabar dia selalu mendengarkan saya bercerita dan beban saya hilang satu demi satu. Tidak hanya bercerita dia mengajak saya ke dunia baru yang saya tidak pernah berfikir untuk menolehnya, yaitu dunia menulis. Karena sebelumya saya lebih menyukai dan menggeluti dunia Desain.

Kakak Refa salah satu penyemangat dalam hidup saya.

 

Dengan berjalannya waktu, tulisan demi tulisan yang saya buat ternyata mampu menjadi obat penenang bagi saya. Yang dulunya hanya melamun dan selalu berfikir tidak jelas, ternyata kali ini saya bisa melampiaskannya dalam setiap tulisan yang saya buat. Semangat Itu dipacu lagi dengan menjadi salah satu pemenang menulis blog. Sungguh saya tidak menyangka ternyata saya bisa melakukannya. Terlebih lagi ternyata saya mampu bangkit dari keterpurukan saya.

Memang kadang tak ada salahnya mencoba dunia baru, karena bisa memberikan warna lain dalam hidup ini. Tak ada kata terlambat untuk belajar tentang hal baru sekalipun. Orang mungkin akan mencibir kepada kita, tapi saya tak pernah menghiraukannya, karena ini menjadi salah satu terapi jiwa saya. Terus belajar dan tak pernah bosan dan tak malu bertanya pada yang lebih mampu menjadi salah satu kunci semangat belajar saya.

Kini saya sadar bahwa apa yang terjadi pada saya tidak lebih sudah tergariskan oleh-Nya, dan setiap kesedihan pasti  akan indah pada waktunya asal kita mampu berusaha bangkit lagi dan tidak sedih berlarut-larut. Lebih banyak bersyukur dengan apa yang saya miliki sekarang juga mampu membuat hati saya tenang, mendekatkan diri dengan yang Maha memberi nafas juga mampu menenangkan hati ini. Terlebih ada jiwa-jiwa suci yang butuh perhatian dan kasih sayang saya. Dan ketika saya sedih obat paling mujarab yang harus segera saya lakukan adalah berbagi, karena dengan berbagi saya menjadi bahagia, sekecil apapun itu. Butuh kerja keras dan doa untuk bisa bangkit lagi, disinilah ketika saya merasa mampu bangkit dari keterpurukan saya merasa diri saya mempesona.

 

 

 

#MemesonaItu

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*