MPR RI Gandeng Netizens Surabaya Sebarkan 4 Pilar MPR

Untuk mengembalikan kembali nilai-nilai luhur bangsa dan rasa nasionalisme rakyat Indonesia, MPR gandeng netizens untuk sosialisasikan 4 Pilar MPR. pertama Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara. Kedua UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara, ketiga NKRI sebagai Bentuk Negara. Dan terakhir Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.

Kerusuhan Mei 1998 adalah puncak jatuhnya rezim orde baru dengan ditandai lengsernya Soeharto sebagai Presiden saat itu. Untuk memasuki era reformasi, bangsa ini harus membayar mahal dengan berbagai kejadian yang menyayat hati.

Nilai-nilai luhur budaya kita seperti gotong royong, tolong menolong, tegur sapa mulai tergerus. Masih ingat dulu kita terkenal sebagai warga yang paling ramah saat banyak tamu asing datang ke Indonesia, tapi sekarang senyum ramah itu mulai hilang.

Nilai-nilai luhur itu perlahan-lahan pudar di zaman modern seperti sekarang, karena banyaknya pengaruh budaya asing dan pesatnya pertumbuhan teknologi informasi yang tidak bisa kita bendung dan berdampak pada perubahan perilaku atas nilai luhur bangsa Indonesia sebagai bangsa beradab.

Beberapa contoh itu adalah mudah marah…Gampang curiga sesama saudara sebangsa…gampang merendahkan…mudah sekali berkomentar menjelekkan seseorang di media sosial…gampang tersulut.

Karena hal-hal yang begitu sangat mengkhawatirkan seperti inilah MPR menggandeng Netizens Surabaya untuk menggemakan kembali nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia melalui Sosialisasi Empat Pilar.

MPR sendiri sebagai rumah kebangsaan, pengawal ideologi Pancasila dan kedaulatan rakyat yang sangat melek terhadap kemajuan teknologi. Melalui tulisan blog, sosial media serta media online lainnya MPR ingin mengembalikan kembali nilai-nilai luhur bangsa dan rasa nasionalisme rakyat Indonesia.

Maka di hari Sabtu pagi, tanggal 4 November 2017 dan bertempat di Hotel Fairfield Marriot Surabaya. Telah berkumpul 55 Netizens, yang terdiri dari blogger, influencer, selebgram, youtuber dan wartawan online. Sebagai mitra MPR dalam melakukan sosialisai kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda yang sangat paham media sosial dan perkembangan teknologi informasi.

Acara ini dihadiri nara sumber Sekjen MPR RI, Ma’ruf Cahyono, Kepala Bagian Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI), Bapak Andrianto, dan blogger asal kota Surabaya, Avy Chujnijah.

Empat Pilar terdiri dari :

  1. Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara
  2. UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara
  3. NKRI sebagai Bentuk Negara
  4. Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara

 

Pancasila

Kita semua harus sadar negara kita ini negara besar, terdiri dari berbagai macam suku, agama dan adat istiadat. Pulau-pulau yang membentang dari barat ke timur meliputi ribuan kilometer. Untuk itu dibutuhkan pilar/tiang yang kuat sebagai penyangga bangsa ini yang memang disesuaikan dengan kondisi bangsa kita yang beragam.

Pancasila merupakan karunia terindah dari Tuhan Yang Maha Esa sebagai alat pemersatu serta sebagai pendangan hidup untuk kehidupan sehari-hari. Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku di masyarakat akan menciptakan kerukunan.

 

UUD 1945

Undang Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia yang ditetapkan oleh para pendiri negara pada tanggal 18 Agustus 1945. UUD1945 merupakan pandangan hidup, cita-cita dan falsafah yang merupakan nilai-nilai luhur bangsa dan menjadi landasan dalam penyelenggaraan negara. Dengan berpedoman pada hal tersebut, anak muda tidak akan bersikap ‘sak karepe dewe…sak enake dewe’ karena mereka telah memahami arti dari isi UUD 1945.

 

NKRI

Sudah sering kita dengar “NKRI HARGA MATI….!!!!” Begitulah teriakan-teriakan yang sering kita dengarkan saat para pejuang kesatuan Republik Indonesia terusik hatinya ketika ada yang mengganggu dan mengancam kesatuan Republik Indonesia.

Bangsa ini merdeka tidak GRATIS…bangsa ini makmur juga tidak GRATIS…semua kita tebus dengan harga yang MAHAL!!!

Darah anak bangsa tumpah…tangis ibu tak terbendung ketika menunggu anak mereka tak pulang karena ikut berjuang untuk kesatuan Republik Indonesia.

Dengan mengetahui makna NKRI sebagai bentuk negara, masyarakat khususnya anak muda akan semakin kuat jiwa nasionalisme mereka.

 

Bhineka Tunggal Ika

BERBEDA-BEDA TAPI TETAP SATU JUA’ begitulah makna dari Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Masyarakat akan lebih bangga dengan bangsanya yang beragam ini. Keberagaman ini adalah anugerah…keberagaman ini adalah aset tak ternilai. Jika kita bisa menerima keberagaman ini bangsa kita akan semakin maju karena kita semua bersatu.

Dalam acara Netizens Surabaya Ngobrol Bareng MPR tersebut saya seperti diingatkan kembali bahwa kita ini harus bangga mempunya Dasar negara yang indah yaitu Pancasila, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, Menjaga rasa nasionalisme dengan memahami NKRI serta bangga dengan keberagaman melalui Bhineka Tunggal Ika.

Tentu saja penegakan Empat Pilar ini bukan tanggung jawab MPR RI saja, tapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Dalam kesempatan itu pula, Bapak Ma’ruf mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap isu SARA yang memecah belah bangsa.

“Kita ini tidak bisa menangkal arus informasi yang begitu deras, tapi kita bisa membentengi diri kita dengan Empat Pilar MPR ini” terang Bapak Ma’ruf.

Sujud syukur saya bisa hadir diacara penting ini…saya bisa berbagi kepada masyarakat khususnya anak muda untuk kembali MENGGEMAKAN jiwa nasionalisme kita.

Kita boleh berbeda…tapi darah yang mengalir ini sama yaitu INDONESIA. Mulai saat ini nilai-nilai luhur itu kita lahirkan kembali, kita bunyikan lagi sebagai MANUSIA INDONESIA.

 

15 Comments

  1. Jujur aku baru tau 4 point itu termasuk 4 pilar kebangsaan 😀 Padahal sudah tau keempat-empatnya sejak SD.
    Sayang kemarin saya ga bisa ikutan sebab barengan ama acara ke Cirebon.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*