Punya Buku Sendiri Itu Wajib Bagi Penulis

 

Tak perlu menjadi penulis terkenal yang sudah populer di banyak kalangan untuk memiliki buku sendiri, karena pada kenyataannya memiliki sebuah buku solo dengan nama kita tercetak sebagai penulisnya akan memberikan kebanggan tersendiri yang tak bisa diungkapkan. Memiliki buku solo seakan menjadi sebuah bukti nyata bahwa kita memiliko kontribusi nyata dalam dunia literasi.

Kenapa seorang penulis harus memiliki buku solo? Karena ia membutuhkan pemacu semangat untuk selalu eksis di dunia kepenulisan. Jenis buku yang diterbitkan tak melulu harus buku fiksi seperti novel, kumpulan cerpen dan sejenisnya, namun juga berbagai jenis buku yang memiliki genre non fiksi seperti biografi, kumpulan tips dan trik, buku how to dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana cara untuk menerbitkan buku perdana? Ada dua cara. Yang pertama adalah menerbitkan buku melalui penerbit mayor, dimana kita akan memberikan naskah yang telah jadi pada penerbit untuk dievaluasi dan dipertimbangkan apakah memenuhi syarat untuk diterbitkan, atau tidak.

Jika memenuhi syarat, maka buku perdana kita bisa naik cetak. Jika tidak, maka naskah akan dikembalikan dengan beberapa catatan untuk direvisi. Setelah merevisi naskah, kita bisa memilih untuk mengirimkannya lagi ke penerbit tersebut atau pindah penerbit yang lainnya.

Kemudian cara yang kedua adalah dengan memilih penerbit indie Malang, karena di kota yang satu ini sudah banyak terlahir penulis indie atau self publishing yang sukses berkat menerbitkan buku perdana melalui jasa self publishing.

Untuk mencetak buku melalui penerbit indie, caranya hampir sama dengan prosedur mengajukan naskah ke penerbit mayor, hanya saja tak ada seleksi ACC atau non ACC naskah, melainkan membahas berbagai hal mengenai naskah. Misalnya memperbaiki ejaan yang kurang baku, menyiapkan cover sampai menyiapkan detail tambahan lainnya untuk mempercantik buku.

Menerbitkan buku melalui jalur self publishing juga sangat memberikan banyak keuntungan untuk kita sebagai penulisnya, kita bisa menentukan harga buku sesuai dengan pertimbangan sendiri. Jika pandai berbisnis dan mempromosikan buku, maka kita bisa mendapatkan lebih banyak royalti dan tentu saja hal itu akan menjadi bonus yang bermanfaat untuk kelangsungan karir kepenulisan kita.

7 Comments

  1. Belum ada mimpi punya buku sendiri, walau suka menulis di blog. Kalau kita menerbitkan buku dengan jalur publikasi sendiri (self publishing) kira-kira beban ongkos cetaknya dibebankan ke siapa? Penulis atau tetap penerbit?

  2. Sampe skr aku cuma punya 1 buku antalogi bareng mas Ariy dan penulis lain :D. Dan blm kepikiran lg mau nulis hihihihi… Waktunya mba… Apalagi aku full time 12 jam di kantor.. Sampe rumah mah udh tepar duluan.. Jd mungkin menulis buku sendiri mah masih jauh lah.nukis di blog aja sementara 😀

    • Itu dih udah keren mbaa busa nerbitkan 1 buku…nulis di blog juga keren mbak…semangat mbaa..saling menyemangati yachhh..tengkyuu mbakkk

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*