Ternyata…SGM Yang Membawaku Ke Jogja (Part 2)

Day II

Suasana dingin di kamar hotel Indies pagi itu membuat saya enggan menyibakkan selimut tebal nan halus. Tapi saya harus bergegas bangkit dari tempat tidur yang super nyaman nan empuk itu. Dihari kedua, jadwal kegiatan mombassador sangat padat sekali. Dan kami diharuskan berkumpul tepat pukul 06.30 WIB. Setelah selesai mandi dan merapikan semua keperluan kedalam tas ransel coklat, saya pun bergegas ke lobby Hotel untuk sarapan.

Tiba di ruang makan, ternyata sudah banyak peserta mombassador disana. Aneka menu tersaji lengkap disini, dari selera lidah jawa sampai western. Di ruang makan ini, kebetulan saya satu meja dengan Bunda Diah. Bunda Diah adalah mentor kami di Mombassador SGM Eksplor ini. Saya berjumpa pertama kali dengan beliau, saat ada event Bunda Ngidam di Royal Plaza, Surabaya. Bunda Wiwid mombassador Batch 4 lah yang memperkenalkan saya dengan Bunda Diah.

Bunda Diah.

Memang…meja makan adalah tempat yang asyik untuk saling bercerita. Dari obrolan kecil cara membuat jelly art sampai pengalaman beliau melakukan syuting dengan anak kecil kami bahas. Senang sekali menjadi teman ngobrol Bunda Diah pagi itu…sampai tak terasa tinggal beberapa orang saja di ruang makan. Bergegaslah kami yang tertinggal saat itu menuju bis yang sudah menunggu saya dan para bunda. Seperti biasa, mbak Rita si guide yang super duper SUPEL…selalu mengingatkan kami untuk bergerak cepat dan tepat waktu.

Menaiki bus besar nan nyaman, siap membawa kami menuju tujuan pertama, yaitu favorit bunda-bunda…apalagi kalau bukan BELANJA…hihihi. Kami menuju pusat oleh-oleh Bandara Jaya, dan saat kami tiba tokonya masih tutup…(rajin ya kita ini…pembeli lebih awal datang sebelum tokonya buka) karena memang kegiatan kami harus pagi dan tepat waktu.

Saya sendiri belanja 5 kardus bakpia pathok 25, dan ini sudah cukup untuk oleh-oleh sanak saudara. Pusat oleh-oleh Bandara Jaya ini terletak di Jl. Laksda Adisucipto. Lokasinya sangat strategis didepan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.

Baca juga : Ternyata…SGM Yang Membawaku ke Jogja (Part 1)

 

Factory Visit

Selesai belinji-belinji…kita langsung menuju Pabrik Sarihusada. Wahh…dari pertama saya memang sangat penasaran dengan pabrik Sarihusada ini. Pabrik ini terkenal sekali, karena memang pabrik Sarihusada ini pabrik terbesar se-Asia Tenggara…wwouuuww…lagi-lagi saya bangga ikut menjadi bagian mombassador batch 5 ini.

Turun dari bus, kami langsung disuguhi welcome snack, dari camilan ringan sampai kue tradisional ala Jogja yang mengenyangkan.

Sarihusada ini memang sangat welcome sekali apabila ada pihak-pihak lain yang ingin melakukan factory visit, dan untuk bisa berkunjung ke pabrik terbesar se-Asia Tenggara ini cukup melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pengajuan proposal minimal 1 bulan sebelum pelaksanaan kunjungan.
  2. Peserta minimum SMA/SMK/Sederajat.
  3. Jumlah peserta minimal 30 orang, maksimal 120 orang.
  4. Hari kunjungan adalah Selasa, Rabu dan Kamis, pukul 09.30.11.30 WIB.
  5. Kunjungan bertempat di SGM Plant Prambanan, Jl. Raya Jogja – Solo km. 19.
  6. Plant tour di area filling, packing & warehouse sejumlah 30-40 orang/group.
  7. Plant tour di area QA sejumlah 15 orang/group (S&K).
  8. Plant toru di area IPAL sejumlah 20 orang/group (S&K).
  9. Wajib menjaga kebersihan lingkungan pabrik dan mentaati peraturan di lingkungan pabrik.
  10. Kunjungan tidak dikenakan biaya.
Anna widia puspitaningrum (Internal communication assistant), memberikan pengarahan kepada mombassador SGM.

Pabrik Sarihusada ini berdiri sejak 1954, Pabrik pertama berada di Jl. Kusumanagara-Jogjakarta. Berdiri diatas lahan 20.000 m2, Sarihusada mempunyai misi dan visi yang sangat mulia sekali. Kala itu, Indonesia sedang terjadi malnutrisi, banyak anak-anak kekurangan gizi. Karena berbagai faktor yang sedang dihadapi bangsa Indonesia lah malnutrisi ini terjadi. Jangankan untuk membeli susu, untuk membeli nasi saja tak mampu.

Dengan kondisi anak bangsa yang semakin memprihatinkan inilah, PT.Sarihusada Generasi Mahardika, bekerjasama bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mewujudkan Program kecukupan protein untuk anak bangsa, akhirnya memproduksi berbagai nutrisi untuk ibu hamil & menyusui dan anak dengan rasa yang sangat enak.

Dan dipabrik kedua yang saya kunjungi ini terletak di Kemudo, Prambanan, Klaten. Pabrik ini berdiri di lahan 158.000m2. Pabrik inilah pabrik yang sering dibicarakan banyak orang karena pabrik ini terbesar se-Asia Tenggara.

Susu yang diproduksi Sarihusada ini benar-benar menjamin produk dengan kulitas yang tinggi. Dan ada beberapa bagian proses bagaimana susu itu bisa sampai dengan baik di rumah kita, yaitu :

Produksi

  • Proses pemanasan
  • Penyaringan powder susu
  • Barcode reader untuk verifikasi label

Distribusi

  • Disini semua diatur selama penyimpanan & transportasi mengenai kondisi yang baik untuk produk (suhu,kelembaban, kebersihan)
  • Hanya produk yang release/produk aman yang sampai kepada konsumen
  • Gudang yang bersih dan teratur
  • Aturan hygiene yang jelas

Sales
Disini konsumen bisa menghubungi setiap saat untuk bertanya, meminta masukan, memberikan feedback atau menyampaikan keluhan.

Saat memasuki pabrik Sarihusada, kesan yang saya tangkap pertama kali adalah BERSIH. Dengan pengarahan dari salah satu karyawan Sarihusada, kami diajak berkeliling memasuki pabrik Sarihusada, sayang kami didalam pabrik tidak diperbolehkan mengambil foto sama sekali, dan saya hargai hal ini, pasti pihak Sarihusada mempunyai pertimbangan khusus tentang hal ini. Disana saya bisa melihat proses pengemasan, pengepakan dan penyimpanan.

Untuk memasuki pabrik Sarihusada, kami diharuskan berjalan tetap digaris kuning, karena garis kuning ini adalah garis aman bagi pejalan kaki disekitar pabrik.
Mesin yang begitu panjang dan besar itu terus beroperasi selama 24 jam. Tentu saja dengan kondisi mesin yang terawat dan jauh dari kata karatan.

Yang membuat saya kagum pada Sarihusada ini adalah, tempat pengolahan limbah pabrik. Hasil dari pengolahan limbah pabrik ini, digunakan untuk menyirasi tanaman warga sekitar di area pabrik, dan sangat jelas sekali terlihat tanaman disekitar pabrik sarihusada sangat hijau dan subur.
Memang…Tujuan yang mulia akan menghasilkan sesuatu yang mulia dan bermanfaat pula untuk orang lain.

Setelah selesai factory pabrik, seluruh mombassador lagi dan lagi melakukan foto bersama, karena memang kegiatan yang satu ini menjadi kegiatan favorit kami…

Menaiki bus lagi, kami menuju Rama Shinta Garden Resto. Dari bus sudah terlihat…woouuww…indah sekali…Candi Prambanan terlihat dari kejauhan. Di Rama Shinta Garden Resto ini , saya benar-benar menikmati makan siang dengan suasana ‘nyeni’.

Aneka menu khas Jogja, tersaji disana…ada Gudeg dan es cendol hitam. Es cendol hitam ini favorit saya sekali…rasa manisnya pas, cendolnya juga lembut di lidah ditambah dinginnya es…cukup membasahi tenggorokan saya yang sudah mulai kering saat itu.

Es dawet hitam khas Jogja.

Rama Shinta Garden Resto Prambanan ini terletak satu kompleks dengan Sendratari Ramayana Prambanan. Saya langsung membayangkan membawa seluruh keluarga saya datang ke resto ini suatu saat, makan malam sambil menikmati pertunjukan seni Rama Shinta dengan iringan gending jawa yang menambah suasana jadi tambah adem lan tentrem…mudah-mudahan bisa terwujud..aminnn (ikut aminin yaaachhh…hhehhe).

Selesai menikmati makan siang yang sangat mengesankan, kami harus bergegas menuju lokasi berikutnya, yaitu lokasi outbond. Disini mombassador dibagi menjadi beberapa kelompok, saya sendiri bergabung dengan kelompok 8 yang diketuai oleh Bunda jane, mombassador dari Papua.
Berbagai game untuk menguji kekompakan para mombassador kami lalui. Mulai dari Game menarik sepeda ke titian, Anak panah Gizi, Menata box produk SGM sampai Game tutup mata untuk menguji suatu kasus alergi pada anak. Dan kami kelompok 8 berhasil menyabet juara 1…hadiahnya voucher belanja carrefour loohh…lumayan kannn…:)

Suasana saat outbond.

Outbond selesai…saatnya kembali ke hotel. Seharusnya, setelah outbond jadwal kami adalah belanja, tapi sayang karena waktu sudah mepet sekali, maka jadwal belanja dibatalkan…ahh…sayang sekali, tapi tak apalah saya tetap bersyukur bisa menginjakkan kaki di kota Jogja ini.

 

Suasana gemerlapnya malam Gala Dinner.

 

Gala Dinner di Resto Mewah

Di hari ke kedua SGM Temu Bunda 2017 pada malam hari, adalah puncak acara besar ini. Seluruh mombassador menghadiri Gala Dinner dan Pengukuhan Mombassador SGM batch 5 di Sekar Kedaton. Sebuah panggung outdoor berdiri megah di restauran ini.

Sekar kedaton adalah restauran tersohor, ada sedikit cerita tentang resto yang saya dengar dari mbak Rita (guide). Pemiliknya adalah pengusaha perak yaitu Pak Tembong, didirikan pada tahun 1800an. Dahulu Pak Tembong adalah pengusaha kerajinan emas dan pegadaian. Tentu saja pada masa itu, konsumennya banyak dari kalangan bangsawan, bahkan beliau dipercaya sebagai pemasok utama kebutuhan perhiasan para kerabat Kraton Yogyakarta.

Megahnya panggung di Gala Dinner.

 

Bunda Noomi jamaro (Connection Manager Sari Husada), Bunda Fiki dan Bunda Candy dari Omah parenting Jogja.
Game berpacu dalam melody ala SGM ini bikin kram perut…kocaknya bunda-bunda ini.

Di Sekar Kedaton ini, saya tidak hanya bisa menikmati menu makanan terbaik. Disini saya juga menikmati setiap sentuhan interior dengan konsep etnik Jawa yang sangat kental. Warna hijau dan emas mendominasi setiap sudut dekorasi rumah makan ini. Tak heran bila restauran ini mempunyai slogan A luxurious Touch of The Royal Javanese Majesty. Karena meski tak melupakan sentuhan budaya Jawa tapi kemewahan juga sangat terasa saat berada disana.

Iringan Band memeriahkan suasana Gala Dinner Temu Bunda SGM 2017 malam itu. Acara malam itu dipandu oleh MC super kocak dan cukup bikin perut saya kram, Mas Novian dan Mbak Tako. Sesi talkshow malam itu ada tiga pembicara diantaranya Bunda Noomi jamaro (Connection Manager Sari Husada), Bunda Fiki dan Bunda Candy dari Omah parenting Jogja.

Usai acara talkshow, malam itu kami semua lagi-lagi dibuat kram perut dengan game berpacu ala melody, yang diikuti oleh 5 mombassador. Malam semakin larut, tapi saya sangat menikmatinya tak ada rasa kantuk menyerang.

Acara puncak Pengukuhan Mombassador SGM Batch 5 pun tiba, satu persatu nama kami dipanggil untuk menerima sertifikat dan kain batik yang akan selalu kami gunakan disetiap event yang diadakan SGM.

Dan diakhir acara, semua mombassador SGM batch 5 menari maumere bersama…tentu saja Bunda Diah sebagai mentor kami, memimpin tarian maumere ditengah para mombassador. Kami bergandengan tangan, diiringi hentakan lagu yang semakin menghangatkan suasana malam itu ….benar-benar malam tak terlupakan.

Wedang kunir asem gula aren.

Sepulang dari Gala Dinner…saya menyempatkan mampir ke warung angkringan sebelah Hotel Indies…disana saya bisa menikmati wedang kunir asem Gula Aren…duhh minuman ini mampu menghangatkan tubuh saya. Rasanya manis asam…alhamdulillah bisa menikmati wedang asli kota tua ini.

 

Day III

Dihari ketiga ada workshop Temu Bunda SGM 2017, disini saya bergabung dengan kelompok 1 Hotel Indies. Dan tema proposal yang kami buat saat itu adalah “Stop Jajan Sembarangan Untuk Generasi Maju”.

Setelah workshop selesai, kami semua bergabung di Greenhost Boutique Hotel, untuk lunch dan mengikuti beberapa game seru dan memperebutkan voucher belanja yang lumayan menarik.

Waktupun tiba…saatnya kami para MOMBASSADOR SGM BATCH 5 harus kembali ke daerah kami masing-masing. Suasana haru langsung terasa. Saya berfikir…waktu 3 hari adalah waktu yang sangat singkat untuk saling mengenal, kami semua baru saja saling dekat satu sama lainnya, tapi harus berpisah saat itu juga. Begitulah waktu…kadang kita harus tahu benar, bagaimana cara menikmati setiap waktu yang Allah berikan pada kita.

Bersalaman…berpelukan…dan mata berkaca-kaca. Tapi saya tak ingin meneteskannya…saya ingin berpisah dengan riang gembira. Karena 3 hari itu adalah hari-hari teristimewa untuk saya dan para bunda hebat se-Indonesia Raya.
Dan bus rombongan Surabaya pun menuju Bandara Adi Sutjipto. Kami terbang dengan mengunakan pesawat Garuda. Diatas pesawat…saya masih merasakan keriuhan…keharuan disetiap acara TEMU BUNDA SGM 2017 itu.

Matur nuwun Gusti…terima kasih untuk kesempatan yang berharga itu. Sujud syukur saya diberi amanah tak terhingga ini. Mungkin keinginan saya mencicipi minuman khas kota tua sambil menikmati musik jalanan di Malioboro belum kesampaian. Tapi itu tidak mengurangi rasa syukur saya sama sekali.

Terima kasih untuk Sarihusada yang memberikan hadiah kepada bunda-bunda hebat ini. Ini adalah hadiah untuk kesabaran bunda-bunda yang selama ini dengan sabar mendidik putra putrinya.

12 Comments

  1. Waduhhh abis ini kamu direkrut Sarihusada makk..detail banget paparan yg kunjungan pabrik tuh salute deh bs inget step2nya .. Sukak ama foto aster warna ungu muda dan cendolnya .. perfecto!! Two thumbs for you mak frida

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*